oleh : Andro Himura
Dahulu, Soekarno tak henti henti menjulang nasionalisme yang menjadi ruh perjuangan kemerdekaan bangsa timur jauh dan asia afrika sehingga sukses menggelar konferensi asia - afrika. Negara dunia ketiga (negara terjajah) bersatu paham di bawah komando putra Sang Fajar, Presiden RI yang paling sering keluar masuk bui dan di buang ke pelosok Nusantara. Tak terhitung kepala negara di ajaknya berdebat baik secara psikis maupun politis, dan, biasanya berakhir manis dengan diplomasi flamboyan a la Soekarno.
Kruschev, JFK, Castro, dan sederet pemimpin dunia di masanya terekam gambar pernah berpose dengan Soekarno, dengan Posisi soekarno sebagai center of Focus pada foto tersebut. Pidatonya menggila, membakar semangat rakyatnya. Kharismanya membuai hingga sederet wanita tunduk oleh sifat flamboyannya. Otaknya pun moncer,..!! hasil didikan penjara, pembuangan dan perenungan.... Tak kurang beberapa negara adi daya pernah di pecundanginya dengan diplomasi yang elegan selalu menjadi kekuatannya.
Konferensi London, bulan Agustus 1963. Keinginan Federasi Malaysia untuk menggabungkan Sabah, Brunei dan Serawak menjadi satu kesatuan ditentang keras oleh soekarno. Dia menganggap pembentukan Federasi Malaysia yang sekarang dikenal sebagai Malaysia sebagai "boneka Inggris" merupakan kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru serta dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia.
Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran ...