Abah Lala
Sudah seminggu ini Lala, putri 7,5 bulanku, bisa melafalkan kata “abah”. Entah dia paham artinya atau tidak, tapi aku jelas senang sekali. Ya, abah, ini panggilan yang kuinginkan dari Lala untuk menyebutku alih-alih bapak, ayah, papah, apalagi daddy. Fajar tadi, Lala-lah yang pertama bangun. Sambil meremas-remas pipi ibunya (mungkin berusaha membangunkan), Lala mengoceh sendiri abah.. ababah..
Awalnya keinginan ini sering ditertawakan. Abah?? Zaman begini pengen dipanggil abah?? Begitu ucapan mereka yang lalu dilanjutkan dengan tawa. Dan tanpa ada perasaan tersinggung, aku pun ikut tertawa. Hahahaha…
Tak ada yang khusus dari alasanku ingin dipanggil abah. Yang terpikir, sepertinya asyik juga dipanggil abah sama anak. Dua puluh tahun kelak, mungkin pemanggilan seperti itu sudah terhitung langka. Lagian, aku malu juga jika dipanggil dengan panggilan zaman sekarang. Masa dipanggil daddy tapi sehari-hari makan sama tempe dan ikan asin… hahaha…
Tags: Abah, Aku Malu, Asyik, Ayah, Bapak, Fajar, Hahaha, Hahahaha, Jika, Lala, Lalu, Langka, Makan, Meremas, Panggilan, Pengen, Pipi, Remas, Sambil, Sering, Tawa, ucapan






















































Belum ada komentar
Tulis komentar