Bekal
Baru saja saya mendapat sebuah SMS dari seorang teman. SMS ini memang lanjutan dari SMS dimana ia mengeluhkan bahwa ia telah dijajah oleh dunia sehingga kini batinnya tidak bahagia.
Saat itu saya jawab bahwa itu wajar karena ia memang mengejar dunia dan menganggap jika meraihnya ia akan bahagia. Dan fatal. Dunia kini seakan menghimpitnya dan kegalauanpun tak terelakan.
Dalam SMS tadi ia akhirnya mengakui kesalahannya. Namun di ujung kalimat ia bertanya naif : jika ia meminta kerja pada Allah, apakah itu termasuk mengejar dunia?
Dalam pemahaman saya (tentunya setelah melalui proses pembelajaran, bukan hasil pemikiran sendiri), secara sederhana hidup ini laksana perjalanan menuju satu tujuan. Perjalanan ini sangatlah jauh sehingga baru selesai di hembusan nafas terakhir.
Bagi para pemula yang mentekadkan diri pada tujuan ini, perjalanan ini biasanya membutuhkan bekal. Bisa makanan, air minum, atau keduanya. Bekal ini diperlukan karena masih adanya kekuatiran akan kelaparan dan kehausan dalam perjalanan.
Dalam pemahaman seperti itu, wajar jika harus menjaga persediaan bekal. Namun apakah kita harus menghabiskan seluruh waktu hanya untuk berkonsentrasi mengumpulkan bekal? Berapa banyak orang justru malah lupa pada misi perjalanannya dan malah lupa pada tujuannya?
Disinilah titik yang membedakan harta di mata seorang pembelajar dan harta di mata seorang yang bukan pembelajar serius. Bagi pembelajar, bekal baginya diperlukan sekedar untuk memenuhi kebutuhannya dalam perjalanan. Jikapun ia mampu (sekali lagi : mampu) memikul banyak, itu semata-mata untuk ia berjaga-jaga barangkali di perjalanan ia bertemu pembelajar lain yang membutuhkan di mana ia nanti dapat berbagi.
Akhirnya, mari kita ajukan pertanyaan pada diri kita masing-masing, sudah seberapa jauhkah perjalanan yang telah kita tempuh? Ataukah kita masih diam di tempat, tidak beranjak, sibuk mencari bekal yang malah membuat kita lupa untuk apa bekal itu sesungguhnya?
Tags: Allah, Bekal, belajar, Dunia, harta, hidup, kekuatiran hidup, pembelajar, perjalanan
Kata kunci pencarian:
- tujuan pengasuhan





















































Belum ada komentar
Tulis komentar