Baru saja saya menemukan sebuah tulisan menarik. Penulisnya adalah Simon Heighwaya. Dalam terjemahan bebas, isinya seperti berikut :
Siapakah anda sebelum anda dilahirkan di dunia? Seperti apa wajah anda sebelum orang tua anda melahirkan anda? Dapatkah anda membayangkan sosok anda ribuan tahun sebelum saat sekarang? Akan menjadi apa anda setelah anda meninggal kelak? Seribu tahun tahun kelak? Lalu siapakah anda di saat sekarang?
Jawaban atas semua pertanyaan di atas itu sama. Sekali anda tahu, maka anda akan tahu. Mengingat, ini cuma masalah mengingat. Pandanganku adalah seperti berikut : secara maya, sejak hari kita dilahirkan kita telah memainkan banyak peran. Kita mulai beradaptasi, menyesuaikan, dan mencocokkan diri. Sepanjang hidup kita akan memainkan ribuan peranan (anak, ibu, bapak, teman, kakek, pialang saham, supir bus, dsb).
Masalahnya timbul manakala kita menjadi terlalu keblinger. Kita lupa bahwa kitalah yang memainkan peranan itu. Kata "personalitas" berasal dari akar kata "persona", yang berarti topeng. Kita mengenakan jutaan topeng yang berbeda di sepanjang hidup, menggantinya pada setiap peran, setiap kejadian.
Jeleknya, kita melakukannya tanpa sadar dan pada akhirnya melihat diri melalui mata orang lain, dari luar diri. Kita lupa bahwa kitalah orang di belakang topeng-topeng itu, yang menatap keluar. Kita membiarkan diri didorong dan ditarik menjauh dari kenyataan.
Kita akan melalui banyak ...