DBD adalah Sebentuk Kasih Sayang Allah
Lima hari sudah aku tidak mengisi blog ini. Gejala DBD membuatku lemah bahkan untuk sekedar duduk di depan komputer. Mungkin ini memang cara Tuhan untuk memaksaku mau beristirahat. Kepadatan kegiatan dari berbagai sudut hidup membuatku sering mengabaikan waktu istirahat.
Seringkali terpikir bahwa untuk apa kita memperbanyak tidur? Memperbanyak berleha-leha? Tidakkah waktu itu disediakan untuk kita selalu berbenah diri dan berusaha untuk selalu memberi manfaat bagi orang lain, meski hanya sekedar sebuah tulisan? Atas dasar itu aku kemudian mengatur 24 jam ke dalam 5 bagian : 1/5 bagian untuk kantor, 1/5 bagian untuk organisasi (Banten Heritage, PISS, dll), 1/5 untuk keluarga, 1/5 untuk blogging dan browsing, dan 1/5 sisanya untuk istirahat (yang kadang jatah ini terambil jika volume bloggingku meningkat).
Tapi terlalu ekstrem mengabaikan diri ternyata salah. Jika saja perutku yang sering menahan lapar, atau ginjalku yang terlalu banyak dijejali kopi, atau punggungku yang terus menopangku duduk selama berjam-jam, atau seluruh organku bisa berkata-kata tentu mereka telah banyak menyuarakan protes mereka. Ya, aku telah mengabaikan mereka. Ini salah. Dan Allah kini menegurku begitu bijak. Sakitku sekarang adalah bentuk kasih sayangNya padaku. Beberapa hari ke depan jika blog ini tidak terupdate lagi, berarti aku sudah masuk rumah sakit untuk berlibur.
Tags: Bijak, Bisa, Blog, Dbd, Dll, Heritage, Kasih Sayang Allah, keluarga, kopi, Lapar, Mau, PISS, Saja, Salah, Sering, Tapi, tuhan, Ya






















































Ada 2 komentar
renntech
hello how are you im from philippine and would like to exchange links with you.. email me if you want.. thanks
27 Feb 2009
asti
Semoga cepet sembuh
27 Feb 2009
Tulis komentar