Mereka Bicara Humas Gaya HKM
“Terima kasih atas kedatangan semuanya. Ini menunjukkan bahwa anda semua mempunyai nyali.”
Ucapan Haji Kurdi Matin (HKM) pada saat peluncuran bukunya “Mereka Bicara Humas Gaya HKM” itu (25/3) langsung menggelitik urat tawaku. Betapa tidak, kalimat itu diucapkan beliau justru di tengah “kandang macan”, Aula Setda Provinsi Banten.
Buku tersebut merupakan kompilasi tulisan mengenai sosok HKM berdasarkan pengalaman interaksi masing-masing dengan beliau. Para penulis berasal dari latar belakang profesi sebagai wartawan, akademisi, pegawai pemda, aktivis, dan seniman. Meski obyeknya sama, yaitu HKM, sudah barang tentu isi setiap tulisan berbeda, tergantung pada sudut pandang dan “pisau analisis” yang digunakannya. Namun, dari kumpulan tulisan tentang HKM ini, mayoritas bercerita tentang hal-hal positif selama interaksi dengan HKM.
Bagi sebagian orang, buku ini mungkin dianggap seperti sebuah cerita subyektif. Namun, yang perlu dikedepankan adalah bagaimana nilai-nilai positif dari sosok HKM dapat diadopsi oleh berbagai kalangan dan generasi selanjutnya.
Pemahaman para penulis tentang HKM lebih pada kiprahnya, terutama ketika HKM menjadi Kepala Biro Humas Setda Provinsi Banten. Harus diakui bahwa, pada zamannya, HKM telah menjadikan lembaga tersebut sebagai wadah perjuangan dan sekaligus pusat informasi bagi proses transformasi sosial di Banten. Hal lain yang menarik adalah ketika peran tersebut dikaitkan dengan sosok HKM sebagai salah satu dari sekian banyak sosok yang dianggap masih “memikirkan” Banten. Karena itu tidak heran jika hampir seluruh tulisan terpaut pada kajian atas persoalan besar yang sedang dihadapi Bangsa ini.
Membaca buku yang diterbitkan oleh Yayasan ALumni Mesir (YAMSI) – Banten ini mau tidak mau akan membuat malu, atau setidaknya merasa tersindir, jika mengukur “keberanian” masing-masing dengan apa yang telah ditunjukkan HKM. Di dunia birokrasi yang seperti sekarang, kehadiran sosok HKM terasa begitu langka. Penilaian bahwa HKM adalah sosok idealis rasanya tidak mengada-ada. Meskipun vokal dan sering kali bicara tanpa tedeng aling-aling, HKM menyadari kemungkinan konsekuensi yang dihadapinya. Namun ia tetap pada pendirian bahwa apa yang dilakukannya merupakan konsekuensi dari sebuah pembelaan terhadap apa yang dianggapnya logis, benar, dan harus diperjuangkan. Nilai-nilai inilah yang telah langka di kalangan birokrat.
Selain karena beliau adalah teman ayahku, kesederhanaannya, kecerdasannya, kepekaannya, kelugasannya, dan kemampuannya menjalin relasi membuatnya menjadi sosok teladan buatku. Di hadapannya aku merasa kecil dan harus lebih banyak belajar.
Tags: Biro Humas, birokrasi, buku, Haji Kurdi Matin, Hkm, Humas, kemampuan, Macan, Membaca Buku, Mesir, Penulis, perjuangan, Proses Transformasi, Provinsi Banten, Transformasi Sosial, Vokal, wartawan, Yayasan Alumni Mesir






















































Belum ada komentar
Tulis komentar