Ole Bull
Bagaimana reaksi seseorang terhadap kritik kerapkali berarti perbedaan antara sukses dan kegagalan. Mari kita ambil contoh kasus dari Ole Bull, violis terkenal Norwegia pada abad lalu. Ayahnya, seorang ahli kimia, yang orangnya praktis, mengirimnya ke Universitas Christinia untuk belajar mengenai pemerintahan dan melarangnya untuk bermain biola kesayangannya. Ia langsung kecewa, menentang ayahnya dan malah menghabiskan waktu dan energinya kepada biolanya. Sayangnya, meskipun ia punya kemampuan besar, gurunya justru relatif kurang terlatih, sehingga menjelang tour konsernya ia tidak dipersiapkan sebagaimana mestinya.
Di Italia, sebuah surat kabar Milan menulis kritik : “Ia bukan musisi yang terlatih. Jika diibaratkan sebuah intan, ia tentu saja masih kasar dan belum digosok.”
Ada dua cara bagaimana Ole Bull bereaksi terhadap kritik itu. Ia dapat membiarkan dirinya marah, atau ia dapat belajar darinya. Untunglah ia memilih yang terakhir. Ia pun pergi ke kantor surat kabar itu dan mencari klarifikasi atas kritik itu.
His practical father, a chemist, sent him to the University of Christiania to study for the ministry and forbade him to play his beloved violin. He promptly flunked out and, defying his father, devoted all his time and energy to the violin. Unfortunately, though he had great ability, his teachers were relatively unskilled, so that by the time he was ready to start his concert tour he wasn’t prepared. Editor surat kabar itu kemudian terheran-heran. Ole menghabiskan malam itu dengan merenungi kritik dari editor 70 tahun itu, bertanya tentang kesalahannya, dan memohon nasihatnya untuk memperbaiki dirinya.
Ia pun membatalkan seluruh rangkaian tournya, kembali ke rumah, dan menghabiskan 6 bulan berikutnya belajar pada guru yang benar-benar mampu. Ia berlatih jam demi jam untuk memperbaiki kesalahannya. Dan akhirnya, ia kembali pada konsernya. Saat itu usianya 26 dan ia menjadi sensasi di Eropa.
Tags: Biola, Christiania, Christinia, Concert Tour, Intan, Jika, Kasar, Kecewa, kemampuan, Kembali Ke, Malah, Mampu, Marah, Mari Kita, Menulis, Musisi, Norwegia, Ole Bull, Rangkaian, Rumah, Sensasi, Surat Kabar






















































Ada 2 komentar
bang cepi
duh..andai abang kayak si olle …berat..!!
3 Sep 2009
Abah Lala
Abdi oge hoyong jiga kitu Bang… Ieu oge nuju latihan hehe…
3 Sep 2009
Tulis komentar