Tak Berguna

Saking telah rentanya, seorang petani tak mampu lagi bekerja di ladang. Ia kini hanya bisa menghabiskan hari-harinya dengan duduk di kursi goyang. Putranya, yang masih kuat bekerja, sering menatap ayahnya yang tengah duduk itu dari jauh. “Dia tak berguna lagi…,” pikirnya, “Dia tak dapat berbuat apa-apa lagi.”

Suatu hari sang putra sangat frustasi dengan keadaan itu. Ia lalu membuat sebuah peti mati kayu, menyeretnya ke dekat kursi goyang ayahnya, dan menyuruh ayahnya untuk masuk. Tanpa berkata apapun ayahnya menurutinya.

Setelah menutup rapat peti mati itu, sang putra menyeret peti ke tepi ladang di mana disana terdapat sebuah tebing yang tinggi. Sesaat sebelum dijatuhkan, ia mendengar sebuah ketukan dari dalam peti. Ia lalu membuka tutup peti itu. Masih terbaring dengan damainya, si ayah menatap putranya. “Aku tahu kamu akan melemparkanku ke bawah tebing, tapi sebelum kau melakukannya, aku hendak memberi saran.” “Saran apa?” tanya anaknya. “Lemparkan saja aku, jika engkau memang menginginkannya,” ucap sang ayah, “tapi, simpan saja peti mati yang bagus ini. Anak-anakmu kelak mungkin memerlukannya juga nanti.”

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kirim artikel ini ke :
  • Google Bookmarks
  • Facebook
  • Twitter
  • email
  • Print

Artikel Terkait :

Belum ada komentar

Tulis komentar

Kompetisi Blogger Banten
Kompetisi Blog Banten